Report

Facebook Icon Twitter Icon Linkedin Icon

Influencer Marketing

Facebook Icon Twitter Icon Linkedin Icon

Download: The State of Influence in APAC 2026

Standar influencer marketing berbasis data di 10 pasar APAC — dirancang untuk membantu brand menghasilkan ROI yang nyata.

Aturan main influencer marketing telah berubah. Kini, pengaruh (influence) bukan lagi sekadar alat untuk membangun kesadaran merek (awareness) di tahap awal; ia telah berevolusi menjadi penggerak utama commerce, kepercayaan, dan optimalisasi ROI.

Seiring matangnya ekonomi kreator (creator economy), jarak antara konten yang sekadar “viral” dan konten yang “bernilai” semakin lebar.

Perubahan ini dibuktikan oleh data dalam laporan pemasaran influencer terbaru kami, The State of Influence in APAC 2026, yang didukung oleh AnyTag, platform pemasaran influencer milik AnyMind.


  • 1.1 Juta+ influencer dipantau melalui AnyTag.

  • 6.900+ kampanye dianalisis selama periode 3 tahun (Januari 2023 – Desember 2025).

  • Wawasan di 10 wilayah: Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, Vietnam, Kamboja, Jepang, Hong Kong, dan Taiwan.


    Dalam laporan ini, Anda akan mempelajari:

  • Di mana brand mengalokasikan investasi mereka berdasarkan platform, vertikal, dan pasar.
  • Tingkatan kreator mana yang memberikan hasil terkuat (micro & nano vs macro).
  • Bagaimana konten influencer mendorong commerce dan konversi (bukan hanya kesadaran).
  • Seperti apa standar “performa tinggi” dalam hal keterlibatan (engagement), pengeluaran, dan strategi kreator.

    Insights untuk Indonesia:

  • Pemimpin dalam kampanye berbasis performa: Indonesia menjadi yang terdepan di Asia dengan 73,89% kampanye yang kini berfokus pada hasil nyata (measurable outcomes), bukan sekadar kesadaran merek.
  • Dominasi platform: Pasar influencer lokal dikuasai hampir sepenuhnya (98,9%) oleh dua platform besar: TikTok dan Instagram.
  • Evolusi Konten: Minimnya pangsa pasar platform lain (seperti YouTube dan X) menegaskan bahwa video pendek (short-form video) telah menjadi instrumen utama dan paling berpengaruh bagi konsumen di Indonesia.

    Apa saja isi di dalam laporan ini?

  • Tren platform regional, demografi, dan kategori.
  • Perbandingan metrik influencer dan perilaku penggunaan antar pasar.
  • Bedah mendalam lokal tentang demografi kreator, industri teratas, dan rata-rata tingkat keterlibatan (engagement rate).
  • Strategi praktis untuk menghubungkan penceritaan (storytelling) dengan performa yang terukur.

Mengapa ini penting bagi Anda: Laporan ini membantu brand memahami ke mana harus berinvestasi, kreator mana yang harus diaktifkan, dan bagaimana cara mendorong ROI yang terukur dari pemasaran influencer di seluruh APAC.

Dapatkan wawasan yang mendorong ROI influencer di seluruh APAC!

Download “The State of Influence in APAC 2026” sekarang

Latest News